Head banner
top banner
TUNTUNAN 2015
   

 
PELIPAT GANDAAN MUJIZAT


“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”

                  Efesus 3:20

Tujuan kita mengadakan Doa Pengurapan:

1.      Dari NY sebagai pusat dimulainya penginjilan ke cabang-cabang.

2.      Mendoakan saudara.  Saya setiap hari mendoakan saudara siang dan malam, saya berdoa agar iman saudara jangan gugur tetapi tetap setia kepada Tuhan.  Ingat ada ”Orang Tua” rohani (pemimpin) yang menuntun dan mendoakan saudara semua.

3.      Bangun kerukunan (unity) dari cabang-cabang, berkenalan satu dengan yang lain, karena kita satu wadah/payung, dengan orang tua rohani yang sama.

4.      Menerima visi/tuntunan sepanjang tahun.

5.      Pada waktu kita beribadah bersama, bobot kehadiran Tuhan lebih besar lagi.

6.      Banyak mujizat terjadi (2 Taw 7:14-16).

2 Taw 7:14, “dan Umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”

Inilah kerinduan kita agar Tuhan memulihkan bukan hanya keluarga dan diri kita, tetapi juga negeri kita, sehingga kota-kota yang sunyi akan ada puji-pujian, sampai Amerika dipulihkan oleh Tuhan.

Biarlah di tahun yang baru ini kita menerima hati yang baru sehingga tidak ada lagi sakit hati dengan yang lain.  Saya berdoa di tahun 2015 ini, kita mempunyai goal dan kerinduan yang sama, tahun 2015 akan terjadi penuaian jiwa beribu laksa yang kita menangkan untuk Tuhan.  Kedatangan Tuhan semakin dekat, banyak tantangan yang kita hadapi, banyak keluarga yang kehilangan, tetapi kita tidak usah terlalu berduka karena kita mempunyai pengharapan di dalam Tuhan.

Jika seseorang membangun rumah, tentunya ia akan mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, begitu juga kita untuk mempersiapkan diri menjalani tahun 2015, kita akan menerima pesan-pesan Tuhan yang harus kita persiapkan, di mana sepanjang tahun 2015 akan terjadi pelipatgandaan mujizat, dan ada tiang-tiang penopang, sehingga kita boleh bersama-sama diberkati dan menerima mujizat serta mengalami kemenangan bersama-sama.

Yang harus kita lakukan (Dasar/Tiang yang kuat):

1.      Miliki Prioritas, Yang Didahulukan.

·         Utamakan hal-hal yang utama, yaitu mengasihi Tuhan (Mat 22:36-40; Daniel 6:11; Maz 119:164).

Prioritas selalu diberikan kepada orang yang didahulukan, contoh: Di Airline, ada first class, business class, economy, atau sky priority.  Biasanya yang diutamakan adalah orang-orang yang sering berpergian.  Bagaimana kita mengutamakan Tuhan dalam hidup?

Mat 22:36-38, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?  Jawab Yesus kepadanya:”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.”

Orang yang mengasihi Tuhan selalu ada rasa haus dan lapar akan firman Tuhan, seperti rusa yang haus akan air, seperti Daniel, dikatakan dalam 1 hari 3x, ia menghadap Allahnya, sehingga pada waktu ia menghadapi persoalan, ditolong oleh Tuhan.

Daniel 6:11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya.  Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Daud mempunyai prioritas, dikatakan orang yang paling dekat dengan Tuhan adalah Daud, tujuh kali sehari ia memuji-muji Tuhan, karena Daud mengerti yang namanya prioritas.

·         Rasa haus dan lapar akan firman Tuhan (Mat 5:6; Yoh 7:37-38).

·         Semuanya akan ditambah-tambahkan kepadamu (Mat 6:33).

Mat 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

·         Tuhan yang menarik semua orang datang kepada-Nya (Yoh 12:32).

Yoh 12:32, “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

Tugas kita meninggikan Tuhan, menyembah dan mengutamakan Tuhan maka Tuhan akan menarik jiwa untuk datang.  Kunci rahasia agar kita menerima mujizat Tuhan, yaitu mempunyai prioritas dalam hidup!

2.      Jangan Bertindak Bodoh (Ef 5:17; Ams 9:6; 16:22; Peng 7:17).

Bekerja rajin, harus. Tetapi hati-hati jangan sampai kita mengasihi uang atau apapun lebih daripada Tuhan dan jangan bertindak bodoh!

·         Mudah Tersinggung (Ams 27:17; Yoh 8:42-59; 10:14-21).

·         Amarah (Peng 7:9; 1 Kor 7:5; Ef 4:26-27).

·         Tidak Sabar, Tidak Taat (Bil 16:1-35).

·         Kikir (1 Kor 5:10-11; 6-10).

·         Tidak Bisa Ditegur (Amsal 12:1; 15:5, 10, 12, 32).

Efesus 5:17, “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”

Dalam kita menjalani hidup, kita harus mengerti semuanya itu ada proses, baik dalam rumah tanggapun ada masalah.  Orang yang bodoh adalah orang yang cepat tersinggung.

Amsal 9:6, “buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutlah jalan pengertian.”

Amsal 16:22, “Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.”

Pengkhotbah 7:17, “Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu?”

Kita belajar dari pengalaman, jangan sampai kita buka celah kepada Iblis untuk menghancurkan hidup kita karena kebodohan kita.

Ada seorang hamba Tuhan besar dengan jemaat ratusan ribu, suatu hari ia masuk rumah sakit.  Pada waktu ia di atas ranjang rumah sakit, ia bilang kepada Tuhan bahwa ia sungguh-sungguh melayani Tuhan, dedikasi dia berikan yang terbaik kepada Tuhan.  Tiba-tiba Tuhan berkata kepadanya: “Apa yang sudah kau berikan semuanya bagus, hanya ada 1 hal yang kau buat, yaitu kau buka celah.”   Hamba Tuhan itu bertanya: “Buka celah apa?”  Tuhan menjawab: Hatimu mulai merasa mampu dengan kekuatanmu sendiri, kau iri hati, tidak senang dengan orang lain, timbul emosi dan amarah sehingga mudah tersinggung, kau buka celah, mengakibatkan hancur hidupmu.”  Lalu hamba Tuhan itu bertobat dan datang kepada Tuhan, sampai hari ini ia masih hidup, bahkan pelipatgandaan jiwa-jiwa terjadi.

Sebagai pengerja, kita harus mengerti yang namanya peperangan rohani, dalam pelayanan kita harus mengasihi Tuhan, karena ada saat-saat di mana kita melayani, teman-teman menjauhi kita, akibatnya: Kita mengalami penolakan, merasa dikhianati, merasa sendiri, tidak diperhatikan, tidak disapa/ditegur, hidup dalam kesedihan, dan ini harus beres di dalam Tuhan.  Kalau kita melayani Tuhan, kita sudah menerima kasih yang daripada Tuhan, sehingga kita melayani tidak sendiri tetapi bersama Tuhan.

Dalam Bilangan 16, tentang bani Korah melawan Musa.  Musa mencoba melunakkan hati mereka supaya jangan memberontak dan tidak taat kepada firman Tuhan, tetapi mereka terus melawan dan tidak sabar, akibatnya hukuman datang dan bumi terbelah menelan 250 orang bani Korah hidup-hidup, suami isteri bahkan anak-anak mati semua.

Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan, belajar menerima satu dengan yang lain.

Kata ‘harmoni’ itu seperti musik.  Terjadi keharmonisan itu karena gabungan dari alat musik yang berbeda, terjadi harmoni.

3.      Pilihan Ada Pada Kita, Kita Yang Harus Memilih (Ul 30:11-20).

 

·         Kehidupan, Keberuntungan, Berkat, dan Mengasihi Tuhan sungguh-sungguh.

·         Melangkah Dengan Iman (Yak 12:14-24).

·         Berani Berkorban, Menabur (Kej 26:1-6; 12-13)

·         Mengerti Nilai (1 Pet 2:7; Yoh 12:26).

Dalam kitab Ulangan 30, dikatakan pilihlah kehidupan, keberuntungan, berkat dan mengasihi Tuhan sungguh-sungguh.

Ulangan 30:11-16, “Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.  Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?  Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.  Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.”

Terus perkatakan firman, dilakukan dengan iman dan percaya mujizat itu pasti terjadi dalam hidup kita.

Orang yang mengerti nilai, pasti akan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.  Karena Tuhan sudah menebus kita dengan darah yang mahal bukan dengan emas perak.

Lebih besar pengorbanan yang kita berikan maka lebih besar juga berkat yang kita terima, lebih besar menabur maka akan lebih besar juga yang akan kita tuai.

Yoh 12:26, “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.  Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Meski kita melayani dan tidak ada orang yang melihat, tidak apa-apa, tetapi Bapa kita yang sorga yang lihat dan kita dihormati Bapa.  Hormat dari Bapa itu berbeda dari hormat yang diterima dari manusia, karena hormat dari Bapa itu kudus dan kekal.

Saya berdoa hari ini, kita memilih kehidupan, memilih keberuntungan, berkat dan memilih mengasihi Tuhan.

4.      Terus Menerus Hidup Dalam Kerukunan (Maz 133:1-3). 

Kalau kita mengerti tentang unity, sesama pelayan meski berbeda-beda cara berpikir, dll, tetapi tetap rukun, maka Tuhan akan perintahkan berkat-berkat. 

·         Doa, Pujian dan Penyembahan (Kis 16:25-26; Yos 6:2-5; 20). 

Paulus dan Silas meski di dalam penjara, tetapi mereka mengerti ada kuasa di dalam penyembahan, sehingga ikatan-ikatan dan pintu penjara terbuka.  Hal yang sama kalau kita lakukan di gereja, berdoa dan menyembah Tuhan bersama-sama, melayani dan meninggikan Tuhan bersama-sama, Bapa di sorga yang akan menarik jiwa-jiwa datang kepada Tuhan.

·         Mengucap syukurlah dalam segala hal (1 Tes 5:18; Fil 4:6; Ef 5:20). 

Dalam tantangan dan masalah, tetap mengucap syukur, karena itu yang dikehendaki Tuhan.

1 Tes 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Pelayan Tuhan, mari kita terus menerus hidup dalam kerukunan, dan mengucap syukur dalam segala hal. Jangan melayani dengan paksaan, tetapi layani Tuhan dengan sungguh-sungguh, dengan segenap hati dengan segenap jiwa.

Dalam proses, mungkin kita berkata: “Pak, saya ini pelayanan tetapi selalu banyak masalah dalam rumah tangga, apa ini ada hubungannya?”   Iya, karena sebagai pelayan Tuhan, kita itu berada di barisan depan, jadi kena serangan duluan, jangan heran kalau banyak tantangan yang harus dihadapi, Tuhan berjanji kemenangan sudah diberikan kepada kita, kita maju terus bersama dengan Tuhan, tidak ada istilah mundur dan kecewa!  Pada waktu Ia datang kembali, Ia akan bertanya: “Adakah Aku menemukan iman di bumi ini?”

Visi yang besar disertai dengan iman yang besar, iman yang besar disertai dengan tantangan yang besar.  Semakin besar tantangan semakin besar mujizat dari Tuhan.

Saya mau tantang saudara untuk terus maju dan berlari dengan Tuhan.  Saya mau encourage di tahun 2015 ini, agar kita maju dengan iman, berjalan dengan Tuhan, belajar lebih lagi, puasa dan andalkan Tuhan lebih lagi.  Perhatikan orang miskin, orang susah, sebagai pelayan Tuhan berbagi kasih kepada orang lain.  Biarlah di tahun 2015 ini, kita lebih mengutamakan Tuhan, tidak bertindak bodoh, memilih kehidupan dan keberuntungan serta terus menerus hidup dalam kerukunan dan mengucap syukur senantiasa, maka pelipatgandaan mujizat akan terjadi dalam hidup kita.  Amin.

.
. .





Gereja Bethel Indonesia New Jersey - 445 Old Post Road, Edison, New Jersey 08817 - gbionline@gbinj.net
Copyright @ 2010 GBINJ, all rights reserved